"Semulia-mulianya manusia adalah siapa yang mempunyai adab, merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi, memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat" (Khalifah Abdul Malik bin Marwan).
Tampilkan postingan dengan label pusat sumber belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pusat sumber belajar. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 November 2010

0 Prosedur Merancang Sumber Belajar

1.Analisis kebutuhan
Kegiatan ini dilakukan untuk mengkaji berbagai persoalan yang terkait dengan perancangan sumber belajar di sekolah berdasarkan tuntutan karakteristik setiap mata pelajaran dalam kurikulum berbasis kompetensi, baik dari sisi kompetensi yang harus dimiliki, maupun dari segi materi ataupun bahan yang akan disampaikan kepada anak didik. Disamping itu, analisis kebutuhan didasarkan atas masukan-masukan dari para pengelola dan pelaksana pembelajaran meliputi: kepala sekolah, pengawas, guru dan siswa.

Analisis difokuskan kepada kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam merancang sumber belajar, termasuk kemampuan-kemampuan yang dipersyaratkan berkenaan dengan merancang sumber belajar

2.Penetapan sumber belajar
Berdasarkan analisis kebutuhan yang telah dilakukan, langkah selanjutnya adalah menetapkan sumber belajar yang akan digunakan. Kegiatan ini dilakukan dengan cara mengkaji berbagai teori dan hasil analisis kebutuhan yang telah dilakukan, kemudian menyusun konsep dan konstruknya, aplikasi, serta implementasinya. Konsep dan konstruk yang telah tersusun, akan dijadikan rujukan dalam menetapkan sumber belajar.

3.Pengembangan sumber belajar
Pengembangan sumber belajar ini, dilakukan dengan cara mengkaji dan meneliti berbagai masukan yang berasala dari penetapan sumber belajar yang digunakan dalam pembelajaran. Selanjutnya hasil dari pengembangan tersebut, dapat dijadikan bahan bagi kegiatan revisi pengggunaan sumber belajar. Hasil revisi ini, kemudian menjadi rujukan untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.

4.Evaluasi sumber belajar
Kegiatan ini melihat kriteria keberhasilan dalam merancang sumber belajar dan mengevaluasi pelaksanaan penggunaan sumber belajar. Dengan evaluasi, kita dapat mengamati kekurangan-kekurangan yang sumber belajar tersebut, sehingga ada suatu perbaikan untuk mencapai sumber belajar yang lebih baik, yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang telah ditetapkan.

0 Pengembangan Sumber Belajar

Berbicara mengenai pengembangan sumber belajar, ada satu sumber yang bisa dijadikan refernsi untuk mengembangkan keilmuan kita.
Dan referensi ini saya dapat dari Depdiknas tahun 2004. Pedoman Merancang Sumber Belajar.

KONSEP SUMBER BELAJAR
Sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu.


FUNGSI SUMBER BELAJAR

Sumber belajar memiliki fungsi :
  1. Meningkatkan produktivitas pembelajaran dengan jalan: (a) mempercepat laju belajar dan membantu guru untuk menggunakan waktu secara lebih baik dan (b) mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga dapat lebih banyak membina dan mengembangkan gairah.
  2. Memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual, dengan cara: (a) mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional; dan (b) memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang sesuai dengan kemampuannnya.
  3. Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan cara: (a) perancangan program pembelajaran yang lebih sistematis; dan (b) pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi oleh penelitian.
  4. Lebih memantapkan pembelajaran, dengan jalan: (a) meningkatkan kemampuan sumber belajar; (b) penyajian informasi dan bahan secara lebih kongkrit.
  5. Memungkinkan belajar secara seketika, yaitu: (a) mengurangi kesenjangan antara pembelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas yang sifatnya kongkrit; (b) memberikan pengetahuan yang sifatnya langsung.
  6. Memungkinkan penyajian pembelajaran yang lebih luas, dengan menyajikan informasi yang mampu menembus batas geografis.
Fungsi-fungsi di atas sekaligus menggambarkan tentang alasan dan arti penting sumber belajar untuk kepentingan proses dan pencapaian hasil pembelajaran siswa


JENIS SUMBER BELAJAR
Secara garis besarnya, terdapat dua jenis sumber belajar yaitu:
  1. Sumber belajar yang dirancang (learning resources by design), yakni sumber belajar yang secara khusus dirancang atau dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal.
  2. Sumber belajar yang dimanfaatkan(learning resources by utilization), yaitu sumber belajar yang tidak didesain khusus untuk keperluan pembelajaran dan keberadaannya dapat ditemukan, diterapkan dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran
Dari kedua macam sumber belajar, sumber-sumber belajar dapat berbentuk:
  1. pesan: informasi, bahan ajar; cerita rakyat, dongeng, hikayat, dan sebagainya 
  2. orang: guru, instruktur, siswa, ahli, nara sumber, tokoh masyarakat, pimpinan lembaga, tokoh karier dan sebagainya; 
  3. bahan: buku, transparansi, film, slides, gambar, grafik yang dirancang untuk pembelajaran, relief, candi, arca, komik, dan sebagainya; 
  4. alat/ perlengkapan: perangkat keras, komputer, radio, televisi, VCD/DVD, kamera, papan tulis, generator, mesin, mobil, motor, alat listrik, obeng dan sebagainya; 
  5. pendekatan/ metode/ teknik: disikusi, seminar, pemecahan masalah, simulasi, permainan, sarasehan, percakapan biasa, diskusi, debat, talk shaw dan sejenisnya; dan 
  6. lingkungan: ruang kelas, studio, perpustakaan, aula, teman, kebun, pasar, toko, museum, kantor dan sebagainya.

KRITERIA MEMILIH SUMBER BELAJAR
Dalam memilih sumber belajar harus memperhatikan kriteria sebagai berikut:
  1. ekonomis: tidak harus terpatok pada harga yang mahal; 
  2. praktis: tidak memerlukan pengelolaan yang rumit, sulit dan langka; 
  3. mudah: dekat dan tersedia di sekitar lingkungan kita; 
  4. fleksibel: dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan instruksional dan; 
  5. sesuai dengan tujuan: mendukung proses dan pencapaian tujuan belajar, dapat membangkitkan motivasi dan minat belajar siswa.

PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR
    Lingkungan merupakan salah satu sumber belajar yang amat penting dan memiliki nilai-nilai yang sangat berharga dalam rangka proses pembelajaran siswa. Lingkungan dapat memperkaya bahan dan kegiatan belajar. Lingkungan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar terdiri dari : Lingkungan sosial dan  lingkungan fisik (alam).

    Lingkungan sosial dapat digunakan untuk memperdalam ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan sedangkan lingkungan alam dapat digunakan untuk mempelajari tentang gejala-gejala alam dan dapat menumbuhkan kesadaran peserta didik akan cinta alam dan partispasi dalam memlihara dan melestarikan alam.

    Pemanfaatan lingkungan dapat ditempuh dengan cara melakukan kegiatan dengan membawa peserta didik ke lingkungan, seperti survey, karyawisata, berkemah, praktek lapangan dan sebagainya. Bahkan belakangan ini berkembang kegiatan pembelajaran dengan apa yang disebut out-bond, yang pada dasarnya merupakan proses pembelajaran dengan menggunakan alam terbuka.

     Di samping itu pemanfaatan lingkungan dapat dilakukan dengan cara membawa lingkungan ke dalam kelas, seperti : menghadirkan nara sumber untuk menyampaikan materi di dalam kelas. Agar penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar berjalan efektif, maka perlu dilakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi serta tindak lanjutnya.





0 Konsep Sumber Belajar

Pengertian sumber belajar
Segala sesuatu yang secara fungsional dapat dimanfaatkan dan digunakan untuk menunjang, memelihara, dan memperkaya proses pembelajaran.

Sumber belajar dapat berupa benda nyata, modele, media cetak, lingkungan sekitar, proses dan prosedur, dsb.

Tujuan penggunaan sumber belajar adalah untuk optimalisasi tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan melalui rekayasa metodologi dan mendinamisir proses belajar siswa.

Proses Pembelajaran dan Sumber Daya Pembelajaran
  • Proses pembelajaran terbtas oleh ruang dan waktu, serta tingkat kesiapan siswa, selain kemampuan guru dalam mempresentasikan bahan.
  • Ketersedian sumber daya pembelajaran membuka peluang bagi siswa untuk memperpanjang waktu belajar, cara belajar secara mandiri, dan memperdalam kajian terhadap bahan ajar untuk belajar
  • Mendorong siswa untuk belajar dengan ‘mode of inquiry dan mode of experience'
Mode inquiry berhubungan dengan metode ilmiah dengan perolehan informasi dan menginterpretasikan informasi. Sedangkan mode of experience berhubungan dengan mengorganisasikan dan menyatakan ide-ide kreatif dan imajinatif (apresiasi)

Fungsi dan Peran sumber Belajar
  • Menembus batas jam formal yang tersedia
  • Mendorng dinamika dan kegitan belajar mandiri pada siswa
  • Memelihara iklim akademis dan proses pembelajaran
  • Mengatasi keterbatasan dan kemampuan guru
  • Memperluas wawasan dan pemahaman siswa
  • Antisipatif dan proaktif terhadap perkembangan.

Ragam Sumber Belajar
Bahan tercetak, bahan dengar pandang, model, benda nyata, instrument, lembaga/institusi, lingkungan sekitar (realita), narasumber

Pemilihan Sumber Daya Pembelajaran
  • Ketersediaan dan keragaman sumber dan narasumber
  • Ketesediaan dan keterjangkauan harga dan fasilitas
  • Keterkaitan fungsional dengan proses pembelajaran di sekolah