"Semulia-mulianya manusia adalah siapa yang mempunyai adab, merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi, memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat" (Khalifah Abdul Malik bin Marwan).
Tampilkan postingan dengan label Filsafat Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Filsafat Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 September 2009

0 Filsafat Eksistensialisme

Filsafat Eksistensialisme merupakan aliran filsafat yg pahamnya berpusat pada individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang salah. Sebenarnya bukannya tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, tetapi seorang eksistensialis sadar bahwa kebenaran bersifat relatif, dan karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar.

Eksistensialisme mempersoalkan keber-Ada-an manusia, dan keber-Ada-an itu dihadirkan lewat kebebasan. Pertanyaan utama yang berhubungan dengan eksistensialisme adalah soal kebebasan.

Apakah kebebasan itu?
bagaimanakah manusia yang bebas itu?
(dan sesuai dengan doktrin utamanya yaitu kebebasan, eksistensialisme menolak mentah-mentah bentuk determinasi terhadap kebebasan kecuali kebebasan itu sendiri.)

Pertanyaan yang paling sering muncul sebagai derivasi kebebasan eksistensialis adalah, sejauh mana kebebasan tersebut bebas? atau "dalam istilah orde baru", apakah eksistensialisme mengenal "kebebasan yang bertanggung jawab"? Bagi eksistensialis, ketika kebebasan adalah satu-satunya universalitas manusia, maka batasan dari kebebasan dari setiap individu adalah kebebasan individu lain.

Namun, menjadi eksistensialis, tidak harus selalu menjadi seorang yang lain-daripada-yang-lain, sadar bahwa keberadaan dunia merupakan sesuatu yang berada diluar kendali manusia, tetapi bukan membuat sesuatu yang unik ataupun yang baru yang menjadi esensi dari eksistensialisme. Membuat sebuah pilihan atas dasar keinginan sendiri, dan sadar akan tanggung jawabnya dimasa depan adalah inti dari eksistensialisme. Sebagai contoh, mau tidak mau kita akan terjun ke berbagai profesi seperti dokter, desainer, insinyur, pebisnis dan sebagainya, tetapi yang dipersoalkan oleh eksistensialisme adalah, apakah kita menjadi dokter atas keinginan orangtua, atau keinginan sendiri.

Klik untuk mendowload peta konsepnya

0 Filsafat Progresivisme

Ada yang tahu dengan filsafat progresivisme??
Barangkali anda pernah mendengarnya??
Yang kita tahu, bahwa Filsafat progresivisme menentang semua proses dan cara belajar yang klasik. Pasalnya, perlu adanya kemajuan dalam proses dan cara belajar anak didik.

Proses belajar yang seperti apa yang dimaksudkan oleh filsafat progresivisme?

Proses pembelajaran yang dimaksudkanFilsafat Progresivisme adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa dan memberi penekanan lebih besar pada kreativitas, aktivitas, belajar “naturalistik”, hasil belajar “dunia nyata”, dan juga pengalaman teman sebaya.
Pandangan mengenai belajar, filsafat progresivisme mempunyai konsep bahwa anak didik mempunyai akal dan kecerdasan sebagai potensi yang merupakan suatu kelebihan dibandingkan dengan makhluk-makhluk lain. Kelebihan anak didik memiliki potensi akal dan kecerdasan dengan sifat kreatif dan dinamis, anak didik mempunyai bekal untuk menghadapi dan memecahkan problema-problemanya.

masih kurang mengerti??
ingin mengetahui garis besar mengenai filsafat progresivisme??

Klik disini

Senin, 14 September 2009

2 Filsafat Pendidikan

Ugh  hampir saja saya melupakan mata kuliah favorit sy di smester 2 (hahaha..)
Alhamdulillah materi-materinya saya temukan kembali.
Kurang lebih, nama mata kuliah tersebut adalah FILSAFAT PENDIDIKAN. hehe, meskipun jumlah bolos saya sudah lebih dari tiga kali, tapi teuteup, nilainya memuaskan.. Hahaha... Namanya juga dagh suka. Lho?!?
ko xcurhat ney??
Hal yang paling dasar dalam mempelajari FILSaFAT PENDIDIKAN, tentunya kita harus tahu apa itu filsafat..
Mau tau??

klik aja nih.

Pengertian Filsafat